| Model produk: | |
|---|---|
| Ketersediaan: | |
| Kuantitas: | |
Kotoran
Detektor Kebocoran Gas adalah perangkat dengan sensitivitas tinggi yang dirancang untuk mengidentifikasi kebocoran gas yang mudah terbakar, beracun, atau menyebabkan sesak napas di lingkungan industri, komersial, dan perumahan. Dilengkapi dengan teknologi sensor canggih, ia menyediakan pemantauan waktu nyata dan aktivasi alarm cepat untuk mencegah ledakan, kebakaran, atau bahaya kesehatan.
Deteksi Multi-Gas : Secara bersamaan memonitor hingga empat gas (misalnya metana, CO, H₂S) dengan modul sensor yang dapat diganti.
Sensitivitas Tinggi : Mendeteksi kebocoran serendah 1% LEL (Batas Peledak Bawah) untuk gas yang mudah terbakar dan tingkat ppm untuk gas beracun.
Respon Cepat : Waktu respons T90 <15 detik memastikan deteksi kondisi berbahaya secara tepat waktu.
Konektivitas Nirkabel : Terintegrasi dengan platform IoT untuk pemantauan jarak jauh dan analisis data berbasis cloud.
Konstruksi Kuat : Penutup berperingkat IP66 tahan terhadap debu, air, dan lingkungan industri yang keras.
Alarm Visual/Terdengar : LED berkedip dan sirene 90dB memperingatkan personel, dengan output relai opsional untuk mematikan peralatan.
Minyak & Gas : Memantau jaringan pipa, tangki penyimpanan, dan kilang untuk mengetahui kebocoran hidrokarbon.
Pabrik Kimia : Mendeteksi pelepasan gas beracun di area produksi dan laboratorium.
Utilitas Kota : Menjamin keamanan dalam jaringan distribusi gas alam dan instalasi pengolahan air limbah.
Rumah Sakit : Melindungi terhadap penipisan oksigen dan kebocoran gas anestesi di ruang operasi.
Perumahan : Memberikan peringatan dini terhadap kebocoran CO atau gas alam di rumah dan apartemen.
T: Bagaimana cara detektor membedakan gas?
J: Setiap modul sensor dikalibrasi untuk gas tertentu, dan detektor menggunakan algoritme untuk membedakan sinyal yang tumpang tindih.
T: Dapatkah detektor digunakan di ruang terbatas?
J: Ya, tapi pastikan ventilasi yang baik dan gunakan model portabel dengan pengambilan sampel pompa internal untuk area tertutup.
T: Berapa umur sensornya?
J: Sensor katalitik bertahan 2-3 tahun, sedangkan sensor elektrokimia biasanya bertahan 1-2 tahun. Gantilah sesuai pedoman pabrikan.
T: Seberapa sering detektor harus dikalibrasi?
J: Kalibrasi disarankan setiap 6-12 bulan atau setelah penggantian sensor untuk menjaga akurasi.
T: Apakah detektor mendukung integrasi dengan sistem keselamatan yang ada?
J: Ya, ia menawarkan output analog (4-20mA) dan digital (Modbus) untuk integrasi tanpa batas dengan sistem PLC dan SCADA.